Panduan Pemupukan Padi Sawah dengan Urea dan Phonska
Pemupukan yang tepat waktu dan tepat takaran adalah kunci hasil panen padi yang maksimal. Pupuk yang paling banyak dipakai petani adalah Urea (sumber Nitrogen) dan NPK Phonska (Nitrogen, Fosfor, Kalium dan Sulfur).
Kebutuhan pupuk secara umum
Sebagai gambaran umum, banyak petani memakai sekitar 200–250 kg Urea dan 250–300 kg Phonska per hektar per musim tanam. Angka ini hanya patokan; kebutuhan sebenarnya tergantung kesuburan tanah, varietas, dan sisa pupuk musim sebelumnya. Untuk rekomendasi yang pas di lahan Anda, tanyakan ke penyuluh pertanian (PPL) setempat.
Jadwal pemupukan yang umum dipakai
| Waktu | Pupuk | Keterangan |
|---|---|---|
| 7–10 HST | Phonska + sebagian Urea | Pemupukan dasar, mendukung perakaran & anakan |
| 21–25 HST | Urea + sisa Phonska | Memacu pembentukan anakan |
| 35–45 HST | Sisa Urea | Menjelang primordia/bunting |
HST = hari setelah tanam.
Tips agar pupuk efektif
- Pupuk saat air di petakan macak-macak (tidak tergenang tinggi) supaya pupuk tidak hanyut.
- Tebar merata, lalu tutup saluran air keluar 1–2 hari.
- Gunakan Bagan Warna Daun (BWD) untuk menilai apakah tanaman masih butuh Urea. Daun hijau pekat berarti Nitrogen cukup.
- Jangan berlebihan Urea: tanaman jadi rimbun tapi mudah rebah dan lebih disukai wereng serta penyakit blas.
Tambahan pupuk daun
Pada fase pengisian bulir, sebagian petani menambahkan pupuk daun atau MKP untuk membantu pengisian gabah. Gunakan sesuai anjuran pada kemasan.
Urea, Phonska, NPK Mutiara, MKP dan pupuk daun tersedia di Tunggul Rahayu Tani. Cek harganya di halaman produk.